Oleh Soleh Usulkan Literasi Digital untuk UMKM agar Go-Internasional

JAKARTA – Komisi I DPR RI menggelar rapat perdana dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, mengangkat isu terkait tantangan digitalisasi dan pemasaran produk UMKM Indonesia ke luar negeri.
Oleh Soleh mengungkapkan bahwa meskipun infrastruktur internet Indonesia sudah berkembang dengan pesat, masih ada masalah besar terkait pemanfaatan internet yang justru digunakan untuk kegiatan ilegal, seperti judi online.
“Indonesia infrastruktur internetnya sudah bagus bahkan hanya Mungkin sedikit lagi yang belum koneksi. Tapi Celakanya internet di kita dipakai judi online dan yang lain-lain,” ujar Oleh Soleh
Selain itu, Oleh juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi digitalisasi ekonomi, khususnya dalam sektor e-commerce.
Menurutnya, banyak platform media sosial yang menunjukkan kekurangan dalam hal literasi digital, yang menghambat potensi pertumbuhan ekonomi melalui e-commerce.
“Sementara fakta yang hari ini adalah kalau melihat medsos, platform-platform medsos ini menjerit, artinya bahwa SDM di kita ini kan belum siap untuk menghadapi digitalisasi ekonomi terutama melalui e-commerce,” tambahnya
Oleh juga mengusulkan agar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) lebih intensif dalam mempromosikan produk UMKM Indonesia ke pasar internasional, selain hasil sumber daya alam dan pertanian.
Ia menekankan pentingnya adanya literasi digital yang khusus untuk meningkatkan kualifikasi produk Indonesia di luar negeri, serta standarisasi produk agar tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri yang lebih banyak menguasai pasar.
“Saya ingin menyarankan Bagaimana ada literasi digital yang khusus untuk kualifikasi produk-produk di luar negeri,” tuturnya
“Jangan sampai produk-produk luar negeri yang masuk ke kita,” tambahnya
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah dan Kemenlu bekerja sama untuk menyediakan akses dan meningkatkan kemampuan SDM agar produk-produk UMKM Indonesia dapat bersaing di pasar internasional, khususnya di bidang fashion dan produk kreatif lainnya.
“Bagaimana agar pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di bidang UMKM yang kira-kira bisa dipasarkan di luar negeri bisa betul-betul di atensi baik dari sisi akses maupun dari peningkatan sumber daya manusianya,” pungkasnya. (YK/dbs)






